PENGENALAN SEJARAH
SMP Cokroaminoto didirikan pada tanggal 15 JAnuari 1970, ketika itu Kecamatan Pacet Sukaresmi, sekolah tingkat SMP masih baru satu, yaitu SMP Negeri 1 Pacet. Melihat kenyataan tersebut, Yayasan Cokroaminoto merasa prihatin, atas keadaan perkembangan pendidikan saat itu di lingkungan Pacet-Sukaresmi.
Bertumpu pada aspek kemanusiaan, pihak Yayasan berusaha mendirikan sekolah yaitu MI Cokroaminoto dan SMP Cokroaminoto dengna pertimbangan mencerdaskan bangsa dengan menekan biaya pendidikan seminmal mungkin pada saat itu. Karena kenyataan masyarakat tidak melajutkan generasinya dikarenakan alasan. Besarnya biaya transportasi, jauh dan sulitnya kendaraan pada saat itu, dengan biaya ringan dan terbebas dari biaya transportasi dan termudah dijangkau oleh jalan kaki. Yayasan berharap dapat mampu menekan anak putus sekolah di lingkungannya, tetapi kesadaran akan pentingnya pendidikan anak masih belum memasyarakat, alhasil kesadaran melanjutkan ke tingkat SMP masih renah saat itu, sedangkan dewasa ini, di lingkungan kecamatan Pacet-Sukaresmi perkembangna sekolah tingkat demikian sangat pesat hingga saat ini hampir 20 sekolah tingkat SMP.
Cokroaminoto di ambil dari nama seorang pahlawan bangsa yang bernama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau lazim di sebut H.O.S Tjokroaminoto. Beliau adalah seorang pahlawan bangsa yang telah menyadarkan bangsanya (bangsa Indonesia) untuk melawan kaum penjajah. Beliau juga dikenal bapak Politik Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Nama partainya adalah SDI yaitu sebuah partai yang bekedokan perniagaan (perdagangan). Karena mencoba menyadarkan bangsanya untuk melawan penjajah karena alasan membangkitkan harkat dan martabat bangsa sendiri yang bermayoritas islam, mempertahankan hak sendiri adalah jihad.
Murid-murid beliau yang akhirnya yang tidak sehaluan yang dihantaranya yaitu Bung Karno yang mendirikan PRI, muridnya mendirikan PKI, dan yang mendirikan DI/TII, dan masih banyak lagi. sedangkan beliau tetap berpegang teguh untuk memperjuangkan bangsa ini lewat partai yang bertumpu pada Mardlotillah (jalan Allah), kemudian partainya dari SDI menjadi SII (Sarikat Islam Indonesia), hingga beliau tetap istiqomah pada pendiriannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar